Headline

Transformasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis

Integrasi Dinamika Kebutuhan Modern

AksaraNews, Bandung (15/06/2024) — Per tanggal 7 Juni 2024, Fakultas Komunikasi dan Bisnis berubah nama menjadi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial. Perubahan ini didasari oleh pemindahan Prodi Administrasi Bisnis ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Surat Keputusan mengenai pemindahan ini diserahkan secara simbolis oleh Rektor Universitas Telkom, Prof. Dr. Adiwijaya kepada Dekan Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Ade Irma Susanty, Ph.D. di aula lantai lima Gedung Miossu.

Transformasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis: Integrasi Dinamika Kebutuhan Modern
Transformasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis: Integrasi Dinamika Kebutuhan Modern

Pertimbangan dasarnya, pemindahan Prodi Administrasi Bisnis dipandang sesuai dengan rumpun keilmuan yang  berkaitan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hal ini juga menjadi respons terhadap kebutuhan akan akreditasi internasional yang lebih kredibel. Meskipun sebelumnya Prodi Administrasi Bisnis dan MBTI telah diakui oleh lembaga akreditasi internasional dari Jerman, Agency For Quality Assurance Assessment (AQAS). Namun, status AQAS di Dikti tidak lagi diakui. Dengan demikian, fakultas berusaha untuk mendapatkan akreditasi yang lebih kredibel dengan menyatukan cabang keilmuan bisnis dalam satu entitas yang terpusat.

Perubahan nama menjadi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial juga merupakan hasil dari kajian mendalam. Ibu Ade Irma Susanty menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian analisis dan survei di antara dosen untuk menemukan representasi yang paling sesuai. Pada akhirnya, nama Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial terpilih sebagai gambaran yang paling akurat. Penambahan “Ilmu Sosial” dalam nama tersebut juga dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan prodi baru yaitu Psikologi, yang secara alamiah termasuk dalam ranah ilmu sosial.

Di samping itu, prodi baru yang diperkenalkan adalah Psikologi berbasis digital behavior, yang secara khusus meneliti dampak teknologi digital terhadap psikis manusia. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan ada pengembangan prodi-prodi baru yang lain sesuai dengan semangat Telkom University untuk terus berinovasi.

Ibu Ade berharap semoga fakultas ini makin berkembang dengan lahirnya prodi-prodi baru juga mampu menyumbang kontribusi baik bagi universitas maupun dalam cakupan yang lebih luas lagi.

Di sisi lain, Wakil Dekan, Dr. Feddy Yusanto menyuarakan ekspektasinya bahwa Telkom University mampu memiliki satu fakultas yang berpusat pada keilmuan sosial namun tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai bagian dari perguruan tinggi berbasis teknologi digital.

“Karena memang Telkom berorientasi pada teknologi digital, maka fakultas sosial akan tetap memiliki sentuhan digital tersebut. Itulah yang akan membedakan fakultas sosial di Telkom dengan di universitas lain. Itu bisa dilihat dari penamaan prodi-prodi kita yaitu Digital Content Broadcasting dan Digital Public Relation. Jadi memang fokusnya ke media-media digital,” jelasnya.

Perubahan ini bukan hanya sekadar transformasi organisasi, tapi juga merupakan batu loncatan dalam beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan akan integrasi ilmu dalam era digital saat ini. Telkom University bersiap untuk menjadi pionir dalam memahami dan menanggapi dinamika masyarakat yang semakin terkait dengan dunia digital.

 

Penulis: Syifa Uswatun Khasanah

Editor: Aldo Khasogie Mihadie

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button