Tuntut Penurunan BPP, Mahasiswa Beri Maklumat Kepada Kampus

0
123

AksaraNews, Bandung (7/7/2020) – Tuntutan mahasiswa Telkom University (Tel-U) terkait kebijakan kampus untuk menurunkan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) terus berlanjut. Gerakan konsolidasi mahasiswa yang menamai diri mereka sebagai AliansiMahasiswaTelkom melakukan aksi secara online maupun offline. Tagar #AliansiMahasiswaTelkom sempat menjadi trending topic Twitter pada 1 Juli 2020 lalu. Kemudian, tagar #TelkomBerdusta terpantau ikut naik pada (06/07/20) sore. Konsolidasi tersebut mengeluarkan maklumat berisi tuntutan yang mereka ajukan kepada pihak kampus. 

Selain melakukan gerakan tagar #AliansiMahasiswaTelkom secara serentak di media sosial Twitter, AliansiMahasiswaTelkom juga melakukan kegiatan unjuk rasa di depan Gedung Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) pada (03/07/2020) lalu.

AliansiMahasiswaTelkom menyerukan beberapa tuntutan, diantaranya;

1. Kampus memberikan transparansi Laporan Keuangan Tahunan, Rencana Kerja Manajerial, dan Rencana Kerja Anggaran sebagaimana yang dimaksud dalam statuta Tel-U 2017.

2. Memberikan pemotongan BPP 50% kepada seluruh mahasiswa.

3. Mengalokasikan bantuan dari Kemendikbud 100% untuk mahasiswa yang orang tua/wali terkena PHK atau meninggal dunia akibat pandemi COVID-19.

4. Kembalikan biaya asrama selama masa pandemi dan memberikan keleluasaan bagi mahasiswa baru untuk kuliah online di tempat masing-masing.

5. Menerapkan protokol kesehatan untuk aktivitas di dalam kampus.

Menurut salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, pihak kampus maupun YPT (Yayasan Pendidikan Telkom) belum memberikan tanggapan positif terkait hal ini. “Dari pihak yayasan hanya memberikan jawaban normatif dan sekadar klarifikasi saja. Kita sudah meminta untuk menandatangani di atas materai perihal tuntutan kita, tapi dari pihak YPT tidak mau untuk menandatangani tuntutan kita.”

Ia juga menanggapi informasi yang beredar terkait adanya pemotongan BPP bagi keluarga terdampak, namun hal itu dirasa tidak sesuai dengan tuntutan mereka. “Tapi itu jauh dari tuntutan yang kita berikan dimana tuntutan kita salah satunya pemotongan BPP 50% bagi seluruh mahasiswa tanpa syarat. Namun kampus tidak memenuhi tuntutan yang kita layangkan kepada mereka,” ujarnya.

Mahasiswa tersebut pun menambahkan bahwa aksi ini akan terus berlangsung hingga tuntutan terpenuhi. “Kita tidak akan berhenti sampai tuntutan kita dipenuhi. Kita akan tetap melakukan aksi online dan juga offline,” ucapnya.

Penulis : Iqbal Abdul Ra’uf

Editor : Yudinda Gilang Pramudya