Headline

Upaya Telkom University dalam Menangani Masalah Parkir 

AksaraNews, Bandung (16/11/2023) — Di tengah pesatnya pertumbuhan jumlah mahasiswa Telkom University setiap tahunnya, masalah parkiran seringkali menjadi perhatian mahasiswa. Peningkatan jumlah mahasiswa bisa dikatakan tidak sebanding dengan lahan parkir yang tersedia, khususnya parkiran untuk kendaraan roda dua. Hal ini yang menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan di tempat parkir.

Parkiran di Telkom University untuk saat ini tidak dipungut biaya parkir, namun belakangan ini terdapat isu bahwa parkiran akan dikenakan biaya parkir. Salah satu pihak logistik Telkom University mengkonfirmasi bahwa isu parkiran berbayar masih dalam konsep, belum ada keputusan final terkait isu tersebut. Narasumber menambahkan bahwa, jikapun parkiran nantinya berbayar maka tarifnya tidak akan besar, mungkin dikenakan biaya sekitar Rp100,00 s.d Rp200,00 sehingga tidak memberatkan mahasiswa. Selain itu, mereka juga merencanakan abonemen system untuk mahasiswa yang membawa kendaraan, sehingga biaya parkir tidak akan terlalu memberatkan.

Telkom University menghadapi masalah serius dalam hal kapasitas parkir terutama bagi mahasiswa yang membawa kendaraan. Penambahan sekitar 4.000 mahasiswa baru menyebabkan kemacetan panjang karena parkiran yang tersedia terbatas. Upaya penyelesaiannya melibatkan 105 petugas keamanan yang berusaha untuk merapikan parkiran. Meskipun begitu, mahasiswa juga diminta untuk lebih disiplin dalam memarkikan kendaraannya, seperti tidak parkir secara sembarangan dan memastikan kunci kendaraan tidak tertinggal.

Terkait dengan jarak antara parkiran dan lokasi tempat perkuliahan yang jauh, Telkom University berharap mahasiswa bisa lebih banyak berjalan kaki di kampus dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Mereka juga merencanakan penambahan armada TUC (Telkom University Car) untuk mengatasi kelangkaan armada saat ini.

Saat ini, Telkom University juga sedang merancang konsep smart parking dengan sistem informasi yang akan memudahkan mahasiswa dalam menemukan tempat parkir yang kosong. Rencana ini juga mencakup pengembangan tempat penyimpanan helm yang aman untuk mengatasi masalah hilangnya helm yang sering terjadi di dalam area parkir kampus.

Meskipun belum ada kepastian mengenai parkiran berbayar, Telkom University berkomitmen untuk menjalani proses ini dengan bijak dan tetap memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan mahasiswa. Semua langkah yang diambil diharapkan dapat mengatasi permasalahan parkir yang telah lama menjadi masalah di kampus ini.

Dengan demikian, Telkom University tengah mempertimbangkan pengenaan biaya parkir sebagai solusi untuk mengatasi masalah parkir yang semakin serius. Meskipun harganya tidak akan terlalu tinggi, mereka juga merencanakan abonemen system bagi mahasiswa yang membawa kendaraan. Selain itu, Telkom University berupaya untuk merapikan parkiran dan mendorong mahasiswa untuk lebih disiplin dalam parkir. Mereka juga mengembangkan rencana smart parking untuk meningkatkan efisiensi parkir di dalam area kampus.

 

Penulis: Diana Nur Fitriya dan Luthfi Ardiansyah

Editor: Aida Sorfina

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button