Warga Sukapura Paksa Bubar Aksi Kamisan

0
306

AksaraNews, Bandung (22/2/2020) – Sejumlah warga dan mahasiswa dari beberapa universitas berkumpul di Bundaran Tel-U untuk menghadiri Aksi Kamisan Perdana Tel-U pada hari Kamis kemarin (20/02). Aksi tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa Tel-U, mulai pukul 16.00 sampai 18.00 WB. Isu yang diangkat adalah hak kebebasan berakademik, berekspresi, dan otonomi keilmuan bagi mahasiswa di kampus. Saat aksi sedang berlangsung, warga RW 01 Desa Sukapura menolak kegiatan kamisan karena tidak ada koordinasi dan surat pemberitahuan.

Aeep, ketua RW 01 Desa Sukapura, berpendapat aksi kali ini illegal, “Seharusnya mereka datang dulu ke kepengurusan (RW), minta pengarahan, penjelasan, gimana kalau seandainya mereka (pelaku aksi) mengadakan acara-acara seperti ini,” ungkapnya. Selain itu, warga menganggap aksi tersebut mengganggu lalu lintas yang sedang padat. Menurut Bahrul, mahasiswa Universitas Telkom yang ikut terlibat dalam aksi, tindakan yang dilakukan oleh warga setempat telah melanggar hak warga negara untuk menyatakan pendapat. Terlebih lagi, polisi membiarkan tindakan represif warga kepada aksi massa. Ia juga merasa Polisi tidak bisa menjamin hak demonstran sebagai warga negara.

Warga serta aksi massa sempat bersitegang terkait pelaksanaan Aksi Kamisan. Salah satu perwakilan dari kepolisian juga meminta aksi massa untuk bubar. Akhirnya warga dan massa aksi sepakat Kamisan dipindah ke dalam lingkungan kampus. Kamisan dilanjutkan di depan Gate 2. Tak berselang lama, warga mendatangi lagi aksi dengan jumlah yang lebih banyak, merasa perkataan warga tak diindahkan, warga kembali memaksa pembubaran Aksi Kamisan tersebut.

Sebelum Aksi Kamisan, spanduk terpasang di lokasi aksi. Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang meletakan spanduk tersebut.  Spanduk berisi penolakan Aksi Kamisan karena mengandung paham-paham kiri. Bahrul membantah dugaan tersebut, Ia mengaku Aksi Kamisan murni untuk memperingati pelanggaran HAM di Indonesia. Saat dimintai keterangan mengenai kelanjutan Aksi Kamisan, Bahrul mengatakan, “Kamisan akan tetap berlanjut, dengan surat pemberitahuan kalau perlu.”

Penulis: Fanji Aburizal dan Bacharuddin Fauzi M

Editor: Falaah Saputra Siregar