Featured

Waspada Bahaya yang Timbul Akibat Scrolling Media Sosial Tanpa Tujuan

AksaraFeature, Bandung (29/05/2022) Media sosial dapat dikatakan sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, bahkan hal tersebut menjadi sebuah kebutuhan yang tak terlupakan. Segala macam informasi yang dibutuhkan dengan mudah kita dapatkan melalui media sosial. Hampir setiap saat kita mendapati diri kita sendiri sedang berselancar di media sosial, terutama ketika pandemi melanda,  aktivitas dalam bermedia sosial meningkat sangat drastis dari biasanya. Dibalik manfaat yang diberikan, media sosial juga bisa menjadi boomerang bagi para penggunanya. Kecanduan dalam bermedia sosial memiliki dampak jangka panjang yang cukup serius.

Dampak Scrolling Tanpa Tujuan di Media Sosial

Scrolling tanpa tujuan atau lebih dikenal dengan istilah Mindless Scrolling adalah suatu aktivitas yang dilakukan dengan berselancar di media sosial secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas. Hal ini dapat terjadi karena media sosial yang bersifat candu memberikan efek dopamin pada otak kita setiap kali mendapatkan notifikasi atau informasi baru yang disuguhkan di dalamnya. Otak kita menganggap hal tersebut sebagai mini reward atau hadiah kecil yang memberikan perasaan senang secara tidak langsung pada diri kita.

Oleh karena hal itu juga, otak yang diberikan stimulus tanpa henti mengakibatkan kecanduan dalam bermedia sosial. Kita terus-menerus mencari kepuasan dengan menggeser halaman di media sosial tanpa tujuan untuk mendapatkan titik kepuasan yang “fana”.

Mindless Scrolling ini menimbulkan efek yang berbahaya jika dilakukan setiap hari. Menggeser layar tanpa tujuan jelas dapat menghantarkan kepada doom scrolling, yaitu aktivitas yang melihat informasi negatif secara terus-menerus. Hal ini dapat berdampak buruk kepada kesehatan mental maupun fisik pada tubuh kita sendiri. Dengan melihat tampilan YouTube, Twitter, atau TikTok yang terus berubah bukan hanya membuat mata lelah namun juga menurunkan fungsi otak yang harus menampung terlalu banyak informasi pada waktu yang singkat. Selain itu, berikut hal yang dapat terjadi akibat scrolling tanpa tujuan terlalu lama.

  1.     Sulit Untuk Fokus

Media sosial sejak awal didesain untuk membuat penggunanya kecanduan, oleh karena itu ketika scrolling media sosial otak kita mengejar efek dopamin yang diberikan sehingga kita akan terpaku pada layar dan aktivitas lain seolah-olah telah meredam. Akibatnya, sangat sulit untuk fokus dan mudah bosan saat mengerjakan suatu pekerjaan karena alam bawah sadar kita masih menginginkan efek dopamin yang diberikan oleh media sosial.

  1.     Mudah Mengalami Gangguan Kecemasan

Scrolling tanpa tujuan membuat seseorang menjadi FOMO (Fear of Missing Out), yaitu keadaan dimana takut ketinggalan informasi atau trend terkini. Fenomena tersebut juga dapat menimbulkan gangguan kecemasan yang berlebihan. Dikarenakan media sosial cenderung menampilkan hal-hal yang baik saja dalam hidup seseorang, maka semakin banyak orang lain yang membanding-bandingkan kehidupannya. Hal ini juga dapat berujung ke masalah gangguan kesehatan mental yang cukup serius. Terlalu lama scrolling dapat menimbulkan pikiran negatif pada diri sendiri, menurunnya masalah percaya diri, hingga kecemasan berlebih untuk masa mendatang.

  1.     Produktivitas Menurun

Selain tidak memiliki manfaat, bermain media sosial tanpa tujuan juga dapat menurunkan produktivitas kehidupan sehari-hari. Banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya dengan menatap layar bahkan kita juga terjebak rasa malas untuk beraktivitas karena menurunnya semangat kerja.

  1.     Goals Dalam Hidup Jadi Terbengkalai

Setiap orang pasti memiliki tujuan atau mimpi dalam hidupnya menuju ke arah yang lebih baik. Namun sayangnya, seringkali kita lupa untuk mengejar tujuan yang sudah kita susun tersebut. Kehadiran media sosial dapat menjadi bumerang kepada diri kita sendiri, pasalnya bermedia sosial tanpa tujuan dapat membuat kita lupa dengan tujuan dalam hidup kita yang sebenarnya.

Seringkali kita lupa untuk memberikan validasi perasaan yang kita rasakan dengan menutupinya melalui bermedia sosial tanpa tujuan karena efek mini reward yang diberikan. Kurangnya self-awareness atau perhatian pada diri sendiri karena media sosial dapat membuat hidup kita kehilangan arah dan merasa tidak terkoneksi dengan dunia nyata yang kita jalani.

Kita menjadi lupa akan tujuan hidup yang ingin dicapai, bahkan tak jarang kita juga lupa untuk menyempatkan waktu mengenal diri sendiri karena sibuk menggeser layar media sosial tanpa tujuan. Secara tidak langsung dampak yang ditimbulkan menyangkut masa depan yang akan kita jalani.

Tips Mencegah Scrolling Media Sosial Tanpa Tujuan

Bermedia sosial memang asyik, kita dapat mengetahui berbagai informasi melaluinya. Namun sesuatu yang berlebihan tetaplah tidak baik, oleh karena itu berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah bermedia sosial tanpa tujuan.

  1.     Mengalihkan perhatian media sosial kepada hal lain

Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menelpon teman atau keluarga, berolahraga, atau melakukan hobi yang kita sukai.

  1.     Membuat batas waktu

Scrolling media sosial selama 20 menit sudah cukup untuk memperoleh informasi yang kita inginkan.

  1.     Berolahraga

Daripada duduk atau tiduran dikasur sambil scrolling media sosial terus-menerus, lakukanlah aktivitas yang membuat tubuh kita menjadi lebih aktif seperti berolahraga.Tidak hanya dapat melepas hormon stres, berolahraga juga membuat pikiran kita menjadi lebih segar dari sebelumnya, karena dipenuhi terlalu banyak informasi yang didapat dari media sosial.

Penulis: Ni’matul Rihhadatil Aisy

Editor: Putri Legia Damayanti

Related Articles

Back to top button